Minggu, 03 April 2016

WATER BIRTH (Melahirkan Dalam Air)



Melahirkan di dalam air atau Water Birth bermula dari uji coba yang dilakukan para peneliti asal Soviet tahun 1960, ide ini kemudian dikembangkan lebih lagi oleh dokter kandungan Frederick Leboyer asal Perancis pada tahun 1970-an. Tak seperti Leboyer yang hanya bertujuan mempermudah jalan keluar bayi, Michel Odent yang seprofesi dan setanah air dengan Leboyer justru mengenalkan metode Water Birth sebagai trik melahirkan tanpa rasa sakit.

Water Birth Mampu Mengurangi Rasa Sakit?

Pro dan kontra terhadap water birth terus terjadi di kalangan medis hingga saat ini. Sebuah penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa keuntungan dapat diperoleh oleh wanita yang melahirkan dengan water birth, yaitu makin berkurangnya rasa sakit. Hal ini dapat menurunkan kemungkinan menggunakan obat pereda rasa sakit, seperti epidural.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Berada di dalam air hangat dapat membuat rasa sakit akibat kontraksi menjadi lebih ringan. Sebagaimana mandi air hangat dapat membantu meringankan sakit perut atau nyeri punggung.

Proses Melahirkan Di Air

Proses dan melahirkan dalam air sama saja dengan melahirkan normal, hanya tempatnya yang berbeda. Dilakukan didalam sebuah kolam cukup besar (berukuran 2 meter) yang terbuat dari plastik atau bath tube dengan benjolan-benjolan pada alasnya agar posisi Anda tidak merosot. Selain kolam plastik, fasilitas pendukung lainnya adalah pompa pengatur air agar tetap bersikulasi, pengatur suhu (water heater) untuk menjaga air tetap hangat, serta termometer untuk mengukur suhu. Kolam yang sudah disterilisasi kemudian diisi air yang suhunya disesuaikan dengan suhu tubuh, yaitu sekitar 36-37 Celcius. Ini bertujuan agar bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang ekstrem antara didalam perut dan diluar, dan agar bayi tidak mengalami hipotermia.

Selanjutnya Anda mengejan seperti biasa. Mengingat tempatnya di air, bayi yang baru keluar otomatis berendam dulu selama beberapa saat didalam air (sekitar 5-10 detik). Ini tidak masalah karena suhu air hampir sama dengan suhu cairan ketuban tempat bayi "berenang" sebelum dilahirkan. Itu sebabnya ketika baru keluar, bayi tidak menangis, mungkin dia merasa seolah seperti belum lahir karena kondisinya sama antara didalam dan diluar.
Persalinan metode Water Birth (setelah pembukaan ke-6) biasanya memakan waktu lebih kurang 1-2 jam, berbeda dengan persalinan normal yang butuh waktu hingga 8 jam.



Beberapa keuntungan dari Water Birth, yaitu:

  • Efek relaksasi. Air dapat memberikan efek relaksasi saat wanita yang akan melahirkan masuk ke dalam kolam air hangat. Hal ini juga dapat membuat ibu bernapas lebih teratur untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi.
  • Dukungan gravitasi. Dengan memposisikan diri untuk duduk atau jongkok di kolam, didukung oleh gaya gravitasi, memungkinkan Anda untuk lebih mudah saat melahirkan. Mengejan dalam posisi ini di dalam air juga dapat mempermudah proses persalinan. Anda yang memiliki kekurangan fisik bisa mendapatkan keuntungan lebih dengan metode ini.
  • Lebih mudah bergerak. Dalam keadaan mengapung di dalam air, Anda akan merasa lebih ringan sehingga lebih mudah bergerak untuk mencari posisi yang nyaman. Yang terpenting adalah posisi tersebut dapat mempermudah bayi lahir. Aturan yang perlu diingat adalah tetap menjaga lutut pada posisi lebih rendah dari pinggul.
  • Privasi. Melahirkan dengan metode water birth memberikan lebih banyak privasi. Sebagian wanita merasa lebih mampu mengendalikan tubuhnya saat berada di dalam kolam. Efek ini bisa makin terasa dengan meredupkan lampu dan menjaga agar ruangan tidak terlalu berisik.

Memahami Risiko dari Water Birth:

Meski melahirkan dengan cara water birth memiliki berbagai kelebihan, di sisi lain masih ada risiko dari metode tersebut, antara lain:

  • Tenggelam. Saat berada di dalam air, selalu ada risiko tenggelam. Ada risiko bayi terlalu lama di dalam air atau tenggelam hingga mengalami asphyxiation, yaitu kondisi kekurangan pasokan oksigen untuk tubuh akibat pernapasan abnormal.
  • Infeksi. Ketika Anda mengejan untuk melahirkan bayi, kemungkinan akan sekaligus mengeluarkan kotoran. Hal itu sangatlah normal. Bidan akan segera membersihkannya. Namun, hal itu dapat meningkatkan risiko infeksi terhadap bayi.
  • Radang paru-paru (pneumonia). Meski belum didukung oleh hasil penelitian yang signifikan, risiko ini tetap harus dipertimbangkan ketika akan melakukan water birth. Penting untuk menjaga air tetap berada pada suhu 36-37 derajat celcius dan bayi harus segera diangkat setelah lahir. Penyakit ini biasanya berkembang pada 24-48 jam pertama yang antara lain disebabkan oleh bakteri dari dalam kolam, kontaminasi tinja dan sindrom aspirasi mekonium.
  • Sindrom aspirasi mekonium. Yaitu kondisi ketika usus bayi telah melakukan gerakan pertama sebelum lahir dan bayi menghirup cairan ketuban yang terkontaminasi sehingga menyebabkan masalah pernapasan. Dokter dan bidan dapat mengenali hal ini ketika air ketuban pecah dan bercampur dengan mekonium yang umumnya berwarna hijau, kental dan lengket. Saat itu sangat penting bagi ahli medis untuk segera memberi pertolongan pada bayi.
  • Kerusakan tali pusat. Saat menjalani persalinan water birth, biasanya bayi akan segera diangkat ke permukaan. Namun gerakan membawa bayi ke atas berisiko merusak tali pusat, mengingat bayi atau ibu dapat terus mengalami pendarahan darah yang dapat menyebabkan anemia.


Water Birth Dilarang untuk Kondisi Tertentu :

Water birth memiliki beberapa keunggulan dan risiko. Ada sebagian wanita dengan kondisi tertentu yang sebaiknya tidak melahirkan dengan metode ini.

  • Wanita yang berusia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.
  • Sedang mengalami infeksi.
  • Mengalami komplikasi seperti pra-eklampsia atau diabetes.
  • Akan melahirkan anak kembar dua atau lebih.
  • Usia bayi prematur.
  • Posisi bayi sungsang.
  • Diperkirakan melahirkan bayi yang berbobot besar.
  • Memiliki kondisi yang mengharuskan ibu untuk dimonitor secara teratur dan tidak dapat dilakukan di kolam.

 TIPS :

a.  Buatlah keputusan yang tepat setelah berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda memastikan melahirkan di dalam air, yakinlah itu cara terbaik bagi Anda.

b.  Mengikuti senam hamil. Senam hamil berguna untuk melatih pernapasan dan melenturkan lubang vagina sehingga memudahkan kelahiran si bayi.

c.   Pilihlah rumah sakit yang memiliki fasilitas water birth dengan tenaga dpkter dan perawat yang terlatih.
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar